021-74704241
Mumtazamail@gmail.com
Pondok Cabe, Pamulang - Tangerang Selatan
blog-img
08/11/2019

Pertama Kali Ikut SMP Islam Mumtaza Sabet Juara 1 Kompetisi Sains Se Jabodetabek

Prestasi

M. Kayyis D. H. (Kelas 8), Naura Schilla Putri Deindra (Kelas 7B), dan Talitha Apta Fatihah (Kelas 9) didampingi Ibu Kalistaningtyas selaku guru IPA SMP Islam Mumtaza, Sabtu lalu (19 Oktober 2019) menjuarai kompetisi sains Se-Jabodetabek yang bertajuk “A Lustrous-concept of Tsanawiyah’s Revolution Event – ALTREV 2019”. 3 murid terbaik SMP Islam Mumtaza ini menyabet juara pertama setelah mengalahkan 15 peserta dari SMP Sederajat Jakarta dan sekitarnya pada babak final di Madrasah Pembangunan (MP) UIN Jakarta.

Kompetisi sains yang diselenggarakan oleh MP UIN Jakarta ini dibagi menjadi tiga babak. Pertama, para peserta harus mengikuti seleksi dengan mengerjakan soal tertulis. Kemudian, para peserta harus mengikuti kuis daring, dilanjut praktikum lab dan terkahir babak final dengan format cerdas-cermat yang hanya diikuti 4 tim untuk memperebutkan gelar juara 1, 2, dan 3.

Pada babak final, SMP Mumtaza mendapatkan poin sebanyak 165 kemudian disusul berurutan oleh  SMPN 178 Jakarta 110 poin, MTSN 3 Jakarta Tim B 100 poin dan tuan rumah di urutan keempat 90 poin. Menurut Kayyis soal-soal yang ditanyakan pada babak final sesuai dengan soal-soal Olimpiade dan setara soal Ujian Nasional. Ia merasa optimis bisa meraih juara 1 karena sudah memiiki bekal intensif pembelajaran Sains untuk olimpiade yang akan ia ikuti di bulan November. “Targetnya juara 1 karena punya bekal dari latihan untuk olimpiade, meski Ms. Kalista bilangnya nothing to lose”, ungkap Kayyis dengan percaya diri. Kompetisi ini juga akan menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi Naura yang masih belum genap satu semester di SMP Islam Mumtaza agar ke depannya mampu mengukir prestasi yang lebih baik lagi.

Ibu Kalistaningtyas sebagai pendamping serta guru matpel (mata pelajaran) IPA mengaku hanya menargetkan untuk masuk 3 besar saja. “Tidak menyangka sampai juara 1, targetnya sih hanya masuk 3 besar saja”, ungkapnya dengan senyuman lebar. Terkait komposisi tim, kelas 8 adalah aktor utama dalam kompetisi ini, kemudian kelas 7 untuk pembibitan di masa yang akan datang, dan kelas 9 melengkapi kekurangannya. Kemenangan ini akan menjadi pelecut semangat Ibu Kalistaningtyas untuk terus semangat dalam mengajarkan IPA kepada murid-murid SMP Islam Mumtaza. Kedepannya, Ibu Kalistaningtyas menginginkan semakin banyak prestasi yang diperoleh SMP Islam Mumtaza di bidang Sains. “Target berikutnya adalah masuk Top 10 pada Olimpiade Fisika Nasional di UGM Yogyakarta November mendatang”. (MNA)